PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya
Minggu, 17 Januari 2021, WIB

Selasa, 12 Jan 2021, 18:13:28 WIB, 97 View Ryan Descreate, Kategori : Teknologi

Jakarta - Sebagian pengguna WhatsApp (WA) mulai perlahan meninggalkan platform ini dan berpindah ke Telegram atau Signal. Kalau menurut pakar, apa yang akan dilakukan? Tetap di WhatsApp atau pindah ke platform lain?

Pakar keamanan internet dari Vaksincom Alfons Tanujaya mengungkapkan bahwa jika menimbang keuntungan dan kerugian meninggalkan WhatsApp, maka menurut dia lebih banyak kerugian yang didapatkan. Sisi kerugiannya itu dikarenakan hampir semua kontak memilih memakai WhatsApp, dengan kata lain WA memang platform yang populer.

"Apa dia bisa langsung berpindah messaging?" ujarnya melalui pesan singkat, Selasa (12/1/2021).

Apa saran Alfons dalam menyikapi kebijakan privasi baru WA? Alfons menyarankan dua hal supaya masyarakat dapat untungnya dan tidak dapat ruginya. Pertama adalah dengan tetap mempertahankan penggunaan WhatsApp. Namun, dia menyarankan mulai perlahan-lahan memindahkan beberapa group penting ke Telegram. Chat umum di WhatsApp, chat penting di Telegram.

Lebih lanjut dari sisi keuntungan, Alfons mengatakan pindah platform sebenarnya sama saja. Sebab, messaging lain tetap harus membiayai operasionalnya, tidak mungkin gratis."Kedua, install ad blocker di peramban. Ini bisa menekan iklan yang muncul ketika mengakses Facebook atau situs lainnya," sambungnya.

"Paling pilihannya messaging berbayar. Tetapi apa mau konsumennya disuruh bayar pakai messaging. Maunya kan gratis tapi bagus hahaha," tuturnya.

Sebenarnya, ada juga lho platform messaging lokal yang bisa digunakan. Alfons menyinggung 'Palapa' yang mana merupakan buatan lokal nih, detikers. Ada yang sudah pernah coba?

Sebagai informasi, WhatsApp telah memiliki sekitar 2 miliar pengguna, angka yang jauh di atas rivalnya seperti Telegram dan Signal. Akan tetapi, Telegram dan Signal memiliki kenaikan jumlah unduhan aplikasi setelah adanya kebijakan privasi baru WA. Lebih dari 100 ribu pengguna memasang Signal dari toko aplikasi Apple dan Google dalam dua hari sedangkan Telegram mendapatkan hampir 2,2 juta kali download.





Tuliskan Komentar


//