PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya
Sabtu, 08 Agustus 2020, WIB

Senin, 20 Jul 2020, 14:24:45 WIB, 95 View Ryan Descreate, Kategori : Teknologi

Jakarta - Uni Emirat Arab berhasil meluncurkan misi antar planet pertamanya menuju Mars. Peluncuran ini menandai dimulainya proyek paling ambisius negara Arab tersebut, yang bertujuan meneliti cuaca Mars.

Dikutip dari The Verge, Senin (20/7/20200 wahana antariksa bernama Al Amal atau Hope milik UEA meluncur menggunakan roket H-IIA milik Mitsubishi Heavy Industries. Roket ini meluncur dari Tanegashima Space Center, Jepang pada pukul 6.58 waktu setempat.

Sejauh ini peluncuran tersebut berjalan mulus. Sempat ada kekhawatiran salah satu panel surya milik Hope tidak berhasil terbuka setelah melepaskan diri dari roket, tapi UEA memastikan kedua panel berhasil dibuka.Misi ini akhirnya berhasil meluncur setelah mengalami penundaan selama lima hari karena cuaca yang buruk.

Tim misi mengatakan mereka berhasil berkomunikasi dengan Hope dan wahana antariksa ini berada dalam kondisi baik. Teknisi dalam tim ini akan terus menganalisa data yang datang dari Hope dan memberikan update terbaru tentang kondisinya dalam beberapa jam.

Sekarang, wahana antariksa ini akan menempuh perjalanan menuju orbit Mars selama tujuh bulan, dan memperbaiki rutenya dari waktu ke waktu. Lalu pada Februari 2021, Hope akan mencoba untuk memasuki orbit Mars yang akan menjadi lokasinya untuk menganalisis atmosfer dan iklim di Planet Merah.

Bagi UEA, jadwal peluncuran ini sangat krusial. Pemerintah UEA mengumumkan proyek ini pada tahun 2014 untuk menginspirasi anak muda di negaranya, sekaligus untuk merayakan hari kemerdekaan UEA yang ke-50 pada Desember 2021 mendatang.

Untuk memastikan Hope bisa tiba di orbit Mars tepat dengan hari kemerdekaan, tim di balik misi ini harus meluncurkan Hope pada musim panas ini, saat posisi Bumi dan Mars berada paling dekat. Posisi ini hanya terjadi sekali dalam 26 bulan, jadi UEA harus meluncurkan misi ini pada musim panas ini untuk memenuhi tenggat waktu.

Untuk meluncurkan misi ini, UEA harus bekerja sangat keras. Teknisi dan ilmuwan di baliknya hanya memiliki waktu enam tahun untuk membangun sendiri wahana antariksa ini, dengan biaya USD 200 juta untuk pengembangan dan peluncuran.

Mereka kemudian memutuskan untuk tidak bekerja sendiri. Mereka bermitar dengan beberapa institusi akademi di Amerika Serikat seperti University of Colorado dan University of California yang telah memiliki pengalaman membangun instrumen dan perlengkapan untuk misi deep space.

Hope akan menghadapi uji coba terbesarnya pada Februari mendatang, ketika wahana antariksa ini akan melakukan pembakaran mesin pendorongnya selama 30 menit untuk memasuki orbit Mars. Manuver ini akan melambatkan wahana tersebut dari kecepatan 121 ribu km/jam menjadi 18 ribu km/jam.

Hope harus melakukan manuver ini sendiri tanpa input dari tim misi di Bumi. Karena dalam tahap ini, sinyal yang dikirimkan dari Bumi akan memakan waktu sangat lama untuk diterima Hope secara tepat waktu untuk melakukan koreksi, jadi pembakaran ini akan dilakukan secara otonom.

Setelahnya, China akan mengirimkan misi Tianwen-1 menuju Mars pada 23 Juli. Lalu diikuti dengan NASA yang mengirimkan robot penjelajah Perseverance untuk misi Mars 2020 akhir Juli.Tapi tahap tersebut masih berjarak sangat jauh, dan sekarang UEA masih merayakan peluncuran yang sukses ini. Tapi ini bukan misi terakhir yang akan berangkat ke Mars pada bulan ini.



Selasa, 21 Jul 2020 WhatsApp Down Dikeluhkan Netizen


Tuliskan Komentar


//