PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya
Sabtu, 08 Agustus 2020, WIB

Selasa, 21 Jul 2020, 10:14:50 WIB, 61 View Ryan Descreate, Kategori : Teknologi

Jakarta - TikTok tiba-tiba mundur dari pembicaraan untuk membangun markas baru di London, Inggris. Rupanya kasus pencekalan yang dialami Huawei menjadi salah satu penyebabnya.

Dikutip dari The Guardian, Selasa (21/7/2020) perusahaan induk TikTok, ByteDance, rupanya telah melakukan negosiasi dengan Department of International Trade dan petinggi Downing Street selama beberapa bulan terakhir. Markas ini nantinya akan menjadi pusat untuk bisnis non-China yang dijalankan ByteDance.

Seorang petinggi ByteDance mengatakan dihentikannya pembicaraan ini dikarenakan konteks geopolitik lebih luas setelah pemerintah Inggris melarang partisipasi Huawei dalam pengadaan 5G di negara tersebut.Markas baru di London ini akan membuka 3.000 lapangan kerja baru, yang kini terancam karena TikTok mundur dari pembicaraan tersebut. Saat ini platform video pendek tersebut memiliki 800 pegawai di London.

TikTok memang sedang mencari kota yang cocok untuk membangun markas barunya. Mereka berharap bisa membangun markas di London, tapi sekarang mulai mempertimbangkan kota lain seperti Dublin, Irlandia di mana beberapa pegawainya telah bermarkas.

Tapi petinggi pemerintah Inggris yakin bisa mengajak ByteDance untuk kembali berdiskusi setelah memastikan bahwa pihaknya hanya mencekal Huawei setelah mendapat tekanan dari Amerika Serikat.

Juru bicara ByteDance juga mengatakan perusahaannya juga tetap berkomitmen untuk menanam investasi di London.

"Inggris adalah salah satu pasar paling penting kami secara global, dengan tim yang berbakat dan beragam di London, termasuk pemimpin senior. Pegawai di Inggris telah naik empat kali lipat dalam setahun terakhir dan kami memperkirakan pertumbuhan yang terus berlanjut," kata juru bicara ByteDance.

"Kami tetap berkomitmen penuh untuk berinvestasi di London dan menginspirasi kreativitas dan membawa kebahagiaan kepada pengguna kami di seluruh dunia lewat produk dan platform kami," sambungnya.

Tapi TikTok terus membantah tuduhan tersebut, dan menegaskan tidak pernah membagikan data penggunanya dengan pemerintah China. TikTok juga menekankan bahwa mereka memiliki CEO asal AS dengan beberapa petinggi asal AS di direksinya.TikTok belakangan ini memang menjadi perhatian banyak negara karena dituding menjadi alat mata-mata oleh pemerintah China. India telah menetapkan larangan beroperasi untuk TikTok dan 58 aplikasi asal China lainnya, dan AS juga sepertinya akan mengikuti langkah tersebut.



Selasa, 21 Jul 2020 WhatsApp Down Dikeluhkan Netizen


Tuliskan Komentar


//