PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya
Selasa, 29 September 2020, WIB

Selasa, 08 Sep 2020, 12:30:40 WIB, 87 View Ryan Descreate, Kategori : Teknologi

Seattle - Berkat keberhasilan toko online AmazonJeff Bezos sudah lama berstatus orang terkaya dunia. Bahkan belum lama ini, dia jadi orang pertama dengan harta tembus USD 200 miliar menurut Forbes. Namun demikian, Bezos dulu sempat pesimis Amazon bakal sukses.

Bezos meninggalkan pekerjaannya yang mapan dan mendirikan Amazon pada tahun 1994, awalnya hanya sebagai toko buku online. Ia tidak begitu optimistis dan sudah mempersiapkan diri jika Amazon berujung kegagalan.

"Saya pikir waktu itu ada 30% peluang bahwa kami mungkin bisa membangun perusahaan yang sukses. Saya tidak pernah berpikir membangun Amazon sampai seperti ini dan saya adalah yang paling terkejut soal itu," kata Bezos beberapa waktu silam, seperti dikutip dari CNBC.

Membangun Amazon memang sebuah perjudian besar bagi pria berkepala pelontos ini. Dia keluar dari jabatan tinggi di perusahaan investasi D.E Shaw, lalu mendirikan Amazon di garasi rumahnya, pada saat kebanyakan orang belum mengenal internet.Pada tahun 1995, orang tua Bezos setuju menginvestasikan dana USD 245 ribu ke perusahaan anaknya itu. Akan tetapi Jeff Bezos mengatakan pada mereka bahwa sangat mungkin seluruh uang itu akan hilang dan investasi mereka sia-sia belaka.

"Jangan tinggalkan pekerjaanmu. Apakah kamu bisa melakukan pekerjaan ini di weekend saja atau pada malam hari?" demikian peringatan dari ibunya, Jacklyn Bezos, pada ketika itu.

"Apa yang terjadi dalam 25 tahun terakhir di Amazon sungguh di luar ekpsektasi saya. Saya berharap untuk membangun sebuah perusahaan, tapi bukan perusahaan seperti Amazon yang Anda lihat saat ini," cetus Jeff Bezos saat kunjungan ke India baru-baru ini.Namun demikian, Bezos teguh pada pendiriannya dan juga didukung penuh MacKenzie, istrinya yang saat ini sudah berpisah. Amazon ternyata sukses luar biasa dan mulai berjualan saham pada tahun 1997. Pada saat ini, kapitalisasi pasar Amazon mencapai USD 1,7 triliun.





Tuliskan Komentar


//