Selasa, 25 Februari 2020, WIB

Kamis, 16 Jan 2020, 15:59:58 WIB, 28 View Ryan Descreate, Kategori : Teknologi

Mereka Yang Pertama Masuk Neraka

Bahayanya orang yang riya’, orang yang suka mengungkit-ngungkit pemberian, orang yang suka ujub dengan amalnya, perhatikan kata Allah subhanahu wa ta’ala perumpamaan dia seperti perumpamaan batu yang diatasnya ada pasir-pasir, kemudian batu tersebut dituruni oleh hujan, akhirnya pasir yang ada di atas batu tersebut hilang,habis, bersih, putih, bening, seperti tidak ada pasir sedikitpun.

Kata imam Ibnu Hajar Al-Asqalani, riya’ itu adalah menampakkan ibadah supaya dilihat sama orang lain, apa tujuannya? agar dipuji, itu definisi dari riya’. Coba perhatikan sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ibni Khuzaimah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam pernah keluar menemui para sahabatnya lalu beliau bersabda

“Hai manusia, jauhi kalian dari syirik-syirik rahasia, para sahabat bertanya, wahai Rasulullah apa itu syirik-syirik rahasia”

Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda

“Seseorang shalat, lalu dia memperbagus shalatnya gara-gara dilihat oleh seseorang”

Lihat hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam riwayat imam Ahmad dari Abu Said Al-Khudri radhiyallahuanhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wassallam bersabda

“Maukah kalian aku beritahukan tentang sesuatu yang aku paling takutkan terhadap kalian, dibandingkan Al-Masih, Ad-Dajjal | Tentu wahai Rasulullah, apa itu? | syirik yang tersembunyi”

Yaitu maksudnya riya’. Dajjal kalau keluar itu sangat menipu manusia, orang mati dihidupkan, turun hujan (semua daerah yang dia lewati maka semua apa yang ada didalam bumi keluar), ini dia mendatangkan berkah menurut pandangan manusia. Fitnah, ujian yang paling besar adalah Dajjal, tetapi ada sesuatu yang lebih ditakuti oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam dibadingkan dajjal, ternyata riya’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam berkata, Allah berfirman

“Aku Dzat yang sangat tidak membutuhkan sekutu, barangsiapa yang beramal dan dia menysirik didalamnya (Riya’) maka Aku tinggalkan dia dan amalnya” (HR: Muslim, no. 2985 dan Ibnu Majah, no. 4202 dari sahabat Abu Hurairah)

Diakui nggak diakui, kita itu manusia yang suka pujian, ini yang menyebabkan kadang-kadang seseorang sulit untuk lepas dari riya’. Jangan pernah tertipu dengan pujian manusia, manusia cuma melihat dzahirnya saja.

Penyakit riya’ harus diobati karena dia adalah sifat orang munafik Al-Khullas, sifat orang munafik yang benar-benar murni kemunafikannya. Munafik yang bukan sekedar munafik amali. Munafiki i’tiqad munafik yang merupakan aqidah, sebagaimana yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa’:142)

Orang riya’, pasti amalnya tidak maksimal, tidak memperhatikan kualitas, pasti asal terlihat dan pasti terputus setelah tidak dilihat lagi oleh manusia. Orang yang istiqomah tanda ikhlas, yang tidak istiqomah tanda tidak ikhlas, pasti terputus, karena kenapa? karena tergantung penglihatan atau pujian manusia, kalau tidak ada yang melihat, tidak ada yang memuji, putus amalnya. Dalam hadist riwayat imam Ahmad, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam berkata, Allah berfirman

“Ketika seluruh manusia diberikan pahala sesuai dengan amal ibadahnya karena mereka beramal karena Allah, maka orang-orang yang riya’ Allah berfirman kenapa mereka ‘Silahkan kalian pergi ke orang yang kalian riya’i, apakah kalian akan mendapatkan pahal dari mereka'”

Nabi mengatakan

“Yang pertama akan dihisab dan akan dilemparkan kedalam api Neraka ada 3 golongan, yang pertama orang yang mati dikancah jihad, lalu orang ini dihadapkan dihadapan Allah lalu Allah sebutkan nikmat-nikmatnya yang Allah berikan didunia, Allah sebutkan nikmat Allah, lalu apa yang dia katakan ‘aku berperang dijalan Mu sampai aku mati syahid. Apa kata Allah ‘kadzabta-Dusta..!! namun pandangan hakikatnya engkau berperang agar dikatakan pahlawan, dan gelar itu telah engkau dapatkan, lalu Allah panggil malaikatNya, lalu orang ini diseret dengan wajah yang ada dibawah sampai dilemparkan kedalam api neraka”

Lalu orang yang kedua, orang yang kedua ini mempelajari ilmu agama, lalu mengajarkannya dan membaca alquranul karim, lalu orang ini dihadapkan dihadapan Allah, lalu Allah jelaskan nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada dia ‘untuk apa kau gunakan nikmat-nikmat tersebut?’ dengan bangganya orang ini mengatakan ‘aku mempelajari dan mengajarkan ilmu agama semata-mata untuk mencari ridhamu’ apa kata Allah? .. kadzabta.. dusta..!! bohong..!! namun sejatinya engkau mempelajari dan mengajarkan ilmu agama agar dikatan alim ulama, ustadz, tuan guru dan engkau membaca alquran agar dikatakan qori, dan gelar itu telah engkau dapatkan di dunia‘, Allah kembali memanggil malaikatNya untuk menyeret orang ini sampai dia hempaskan dan dilemparkan kedalam neraka.

Dan yang ketiga adalah seseorang yang diberikan harta oleh Allah dan orang ini mengatakan dengan bangganya ‘aku tidak pernah meninggalkan satu jalan kebaikan pun yang Engkau ridhai yang Engkau cintai kecuali aku dermakan hartaku disana’ tidak ada satupun fakir miskin yang mengetuk pintu rumahnya kecuali ia berikan infaq dan sedekah, tidak ada satupun proposal yang mampir kemejanya kecuali ia bantu acara tersebut tidak ada satupun anak yatim yang mengharapkan uluran tangan kecuali dia menjadi orang tua asuh, semua jalan kebaikan itu uangnya ada disana, lalu apa kata Allah..‘kadzabta.. dusta!! namun sejatinya engkau melakukan hal tersebut agar dikatakan dermawan dan gelar itu telah engkau dapatkan.’ akhirnya Allah perintahkan kembali malaikatNya untuk melemparkan dia kedalam siksa api neraka. Ini pelajaran menarik dari hadist tentang riya’, ini sebab kenapa kita harus mengobati penyakit riya’, maka pantas Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam senantiasa berdoa meminta amalan muttaqobbala-amalan yang diterima- kira-kira nih amalan kita diterima nggak?





Tuliskan Komentar


//