PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya
Sabtu, 08 Agustus 2020, WIB

Senin, 20 Jul 2020, 14:04:33 WIB, 96 View Ryan Descreate, Kategori : Teknologi

Jakarta - Gugatan WhatsApp terhadap NSO Group, perusahaan Israel yang membuat spyware Pegasus, bisa dilanjutkan ke tahap selanjutnya.

Putusan ini keluarkan Hakim Phyllis Hamilton di pengadilan distrik California, AS, yang menyebut ia tak bisa menerima argumen pembelaan NSO terkait peretasan pengguna WhatsApp yang dilakukan oleh Pegasus.

Dalam argumen tersebut, NSO mengaku bahwa mereka tak bertanggung jawab atas peretasan pengguna WhatsApp yang menggunakan software bikinan mereka. Namun menurut Hakim Hamilton, NSO tetap bertanggung jawab atas peretasan tersebut meskipun mereka berada di bawah perintah konsumennya.

Dalam gugatan awalnya, WhatsApp mengklaim ada 1.400 penggunanya yang dikirimi malware oleh NSO dalam rentang waktu dua minggu. Para korbannya bermacam, dari jurnalis di India, politisi di Spanyol, sampai aktivis kemanusiaan di Maroko.

NSO, dalam pembelaannya, menyebut mereka hanya menjual spyware ke pemerintahan dan penegak hukum untuk mencari teroris dan pelaku kriminal. Mereka merasa bahwa praktiknya ini ditujukan untuk memberi solusi untuk masalah yang dihadapi oleh penegak hukum di seluruh dunia."Keputusan ini membuat WhatsApp bisa meminta dokumen yang relevan serta bermacam informasi terkait praktik NSO," ujar Juru Bicara WhatsApp, demikian dikutip dari Guardian, Senin (20/7/2020).

"Tim hukum kami tengah meninjau putusan pengadilan, jadi kami belum bisa berkomentar mengenai hal ini. Teknologi kami dipakai untuk menyelamatkan nyawa manusia dan menghindari teror serta kejahatan di seluruh dunia, dan kami masih yakin kalau apa yang kami lakukan berada di dalam koridor hukum," tulis NSO Group dalam pernyataannya.Yaitu sistem komunikasi terenkripsi seperti yang diterapkan WhatsApp membuat teroris serta pelaku kriminal bisa melenggang bebas di dunia maya.



Selasa, 21 Jul 2020 WhatsApp Down Dikeluhkan Netizen


Tuliskan Komentar


//