Selasa, 19 November 2019, WIB

Senin, 28 Okt 2019, 22:56:28 WIB, 67 View Ryan Descreate, Kategori : Teknologi

Jakarta - Menyusul sejumlah aksi demonstrasi yang pernah dilakukan oleh karyawan Google, raksasa mesin pencari itu dituding membuat semacam aplikasi untuk memata-matai karyawannya sendiri.

Dilansir Bloomberg, Senin (28/10/2019), Google disebut membuat aplikasi internal yang akan mencari dan melaporkan karyawannya yang menjadwalkan sebuah pertemuan di kalender jika jumlah pesertanya mencapai 100 orang atau menggunakan lebih dari 10 ruangan.

Tujuan dibuatnya aplikasi ini kabarnya adalah untuk mengantisipasi adanya aksi demonstrasi. Namun Google menepisnya dan menyebut tudingan ini sangat tidak benar.

"Ini hanyalah pengingat kepada orang-orang untuk berpikir ulang sebelum menjadwalkan pertemuan ke kalender yang berisi karyawan dengan jumlah sangat banyak," tulis Google dalam pernyataannya.

Google pun menyebut aplikasi ini hanyalah alat yang dibuat untuk membantu mengurangi jumlah spam yang terkait dengan event dan kalender, serta aktivitas itu tidak mengumpulkan data-data personal penggunanya.

Sebelumnya, karyawan Google sudah beberapa kali mengadakan aksi unjuk rasa dengan berbagai topik yang diprotes. Seperti aksi yang memprotes terjadinya pelecehan seksual oleh eksekutif Google terhadap bawahannya.

Lalu ada juga unjuk rasa yang memprotes isu Google yang dikabarkan membuat mesin pencari tersensor untuk China, ataupun aksi yang memprotes keterlibatan Google dalam proyek dengan Kementerian Pertahanan Amerika Serikat.





Tuliskan Komentar


//