Sabtu, 20 Juli 2019, WIB

Jumat, 12 Apr 2019, 09:43:00 WIB, 295 View Ryan Descreate, Kategori : Teknologi

Descreates.com - CEO Disney, Bob Iger, menjadi sosok terkenal lainnya yang mengecam media sosial. Ia menyatakan media sosial adalah alat marketing ampuh bagi kaum ekstrimis dan Adolf Hitler jika masih hidup akan menyukainya.

"Itu (media sosial-red) adalah alat marketing paling powerful yang diharapkan ekstrimis karena secara desain, media sosial merefleksikan pandangan dunia yang sempit dan menyaring apapun yang menantang kepercayaan kita dan di saat yang sama, memvalidasi keyakinan kita dan memperkuat ketakutan terdalam kita," tandas Bob.

"Hitler akan menyukai media sosial,"


Algoritma media sosial memang diarahkan pada hal-hal yang disukai pengguna saja. Bob juga menyalahkan media sosial karena menyebarkan kebencian dan menciptakan perasaan keliru bahwa setiap orang berbagi opini yang sama.

"Media sosial menciptakan perasaan keliru bahwa tiap orang membagikan opini yang sama. Media sosial memungkinkan yang jahat memangsa pikiran dan jiwa yang hilang dan kita semua tahu bahwa feed media sosial bisa mengandung lebih banyak fiksi daripada fakta, mempropagandakan ideologi jahat yang tak punya tempat di masyarakat beradab yang menghargai kehidupan manusia," ujarnya.

Kecaman pada media sosial belum lama ini juga dilayangkan Linus Torvalds mentereng namanya di jagat teknologi sebagai pencipta sistem operasi Open Source, Linux. Ia dikenal suka blak-blakan dan belum lama ini mengutarakan kritik keras.

"Aku sungguh benci dengan media sosial modern, Twitter, Facebook, Instagram. Itu adalah wabah penyakit. Sepertinya untuk memicu sikap yang buruk," kata Linus dalam wawancara dengan Linux Journal.

"Model Like dan Sharing itu hanyalah sampah. Tidak ada upaya dan tidak ada kontrol kualitas. Faktanya malah diarahkan untuk memundurkan kontrol kualitas," tambah dia.

Media sosial disebutnya hanya didesain untuk memicu respons emosional. Ia juga menyinggung maraknya hoak, penghinaan, terorisme dan kebiasaan buruk lainnya di media sosial adalah karena ada anonimitas penggunanya.

"Ketika kalian bahkan tidak menaruh nama asli kalian di sampah kalian atau sampah yang kalian bagikan atau like, itu sungguh tidak membantu," ketus Linus. Menurut dia, orang seharusnya tidak diperbolehkan membagikan sesuatu tanpa mengungkap identitasnya.





Tuliskan Komentar