Sabtu, 20 Juli 2019, WIB

Jumat, 14 Jun 2019, 07:52:13 WIB, 461 View Ryan Descreate, Kategori : Teknologi

Jakarta -- Kaspersky Lab merilis riset yang menemukan bahwa 25 persen anak muda atau millenial lebih memilih untuk menghindar ketika anggota keluarga yang lebih tua yang 'gaptek' dan butuh bantuan terkait teknologi. 

Meskipun 25 persen millenial enggan memberikan pemahaman mereka terkait teknologi kepada generasi yang lebih tua, namun lebih banyak anak muda yang masih mau membantu orang-orang tua untuk memahami teknologi. Sebanyak, 55 persen millenial merasa berkewajiban untuk memberikan dukungan teknis kepada kerabat mereka.

Hasil riset juga menunjukkan bahwa mereka yang lebih tua mengakui mereka akan menelepon anak-anak mereka atau anggota keluarga yang lebih muda jika mereka tertarik untuk mencoba suatu teknologi baru. Pasalnya, 52 persen orang yang berusia 55 tahun ke atas mengaku mereka tidak memiliki pengetahuan tentang teknologi.


Sebagian dari mereka juga mengakui kalau anggota keluarga mereka yang lebih muda enggan untuk membantu, seperti diakui oleh 18 persen responden. 

"Tidak semua orang tumbuh dengan teknologi, oleh karena itu generasi yang lebih tua mungkin merasa tidak nyaman menggunakannya layaknya millenial atau mereka yang ahli dalam teknologi," tulis Chief Business Officer Kaspersky.

"Tetapi kami ingin semua orang menikmati peluang yang dapat dan mampu dilakukan oleh teknologi dalam kehidupan. Pengetahuan yang tepat akan memungkinkan pengguna dari segala usia untuk dapat melakukan aktivitas online mereka dengan percaya diri."
Demi mendapatkan informasi terkait penggunaan teknologi ini, 15 persen responden bahkan 'menyuap' anggota keluarga yang lebih muda. 

Kaspersky juga mencatat bahwa ketergantungan yang berlebihan pada kaum milenial yang dianggap sebagai ladang informasi soal teknologi dapat memengaruhi hubungan keluarga, hingga kebiasaan mereka dalam memberikan hadiah.

Data menunjukkan sebesar 30 persen milenial mengurungkan keinginan untuk memberikan hadiah berupa perangkat teknologi kepada anggota keluarga yang lebih tua. Sebab, mereka telah mengetahui akan terus dimintai bantuan untuk menjelaskan fungsi dari tiap fitur yang ada di perangkat teknologi itu.


Kendati demikian, 69 persen milenial mengaku khawatir orang tua mereka dapat menjadi korban penipuan akibat kurang memahami teknologi.

"Mereka yang berada di paruh kedua kehidupan menemukan perubahan yang luar biasa dan seringkali takut ditipu, diekspos atau ketakutan akan menjadi target dari perubahan luar biasa tersebut dan seringkali millenial lah yang terpaksa datang untuk menyelamatkan," jelas psikoterapis Kathleen Saxton seperti dikutip Kaspersky.

Penelitian ini dilakukan Kaspersky Lab lewat survei secara online terhadap 11 ribu konsumen dari 13 negara. Negara yang dimasukkan dalam survei ini ada di Eropa dan Amerika Utara. Responden yang diambil berusia 17 tahun ke atas dengan kuota tertentu di tiap negara.





Tuliskan Komentar